Story cover for Amor Caecus Est [END]  by majasto
Amor Caecus Est [END]
  • WpView
    Reads 1,093,532
  • WpVote
    Votes 107,746
  • WpPart
    Parts 56
  • WpView
    Reads 1,093,532
  • WpVote
    Votes 107,746
  • WpPart
    Parts 56
Ongoing, First published Sep 03, 2018
Harap membaca deskripsi cerita, agar nantinya tidak kecewa. Karena beberapa part akhir dalam cerita ini saya unpublish.
Mohon maaf 
*

Pria memesona yang membuat para wanita tergila-gila padanya, dia adalah Myco. Membaca dan mendengar namanya saja begitu imut, sayang dia justru bersikap dingin untuk mempertahankan dirinya. Hingga pertemuannya dengan Xana perlahan merubah kehidupannya, dia adalah wanita cantik, pemberani dan agresif, bertemu dengan Myco membuat Xana merasakan kembali cinta dalam hidupnya sehingga dia terus menggodanya dan tidak ingin kehilangan cinta itu. 

▪️▪️▪️▪️▪️


©2018
Majasto
All Rights Reserved
Sign up to add Amor Caecus Est [END] to your library and receive updates
or
#4xana
Content Guidelines
You may also like
Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End) by kelanawengi017
10 parts Complete Mature
Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.
You may also like
Slide 1 of 8
Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End) cover
This Is My Life cover
My Imperfect Man  -  (The End)  cover
Vecinos y Algo Más cover
LOVE FOR MY LOVE cover
Kesalahan Terindah (TAMAT) cover
the lust (Re)publish cover
Thank You and Good Bye cover

Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)

10 parts Complete Mature

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.