Satu Bulan Untukmu

Satu Bulan Untukmu

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2020
Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yang tegar terhadap penyakit yang dialaminya. Gadis itu bernama Anattha Okky atau Nata, dia anak yang sangat pendiam dan dia anak yang kurang kasih sayang orang tuanya. Nata memiliki seorang adek perempuan yang bernama Albeline Okkny, kehidupan Lin sangat berbanding terbalik dengan Nata, ia sangat di sayang dan di manja oleh ibunya, terkadang ia merasa sedih dengan kakak nya yang selalu diacuh kan oleh ibunya. Meskipun begitu, Nata tetap sabar dan selalu menyayangi adek dan ibunya. Kehidupan nya menjadi seperti ini setelah Ayahnya meninggal.
All Rights Reserved
#891
amarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • All About You [END]
  • Awal Baru
  • UNBREAKABLE
  • Langkah Celine
  • Baswara
  • Saat Kata Menjadi Luka
  • ARDHANI [ On-going ]

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines