Mencoba Memahami

Mencoba Memahami

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 5, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
Hidup adalah buku dengan lembaran kosong. Siapapun kamu, kamu akan menuliskan isi dari bukumu sendiri. Apa genre-nya? Terserah maumu. Kamu hanya perlu memilih, menjadikannya pelajaran penuh hikmah, atau menjadikannya perjalanan yang tak bermakna. Menjadikan dirimu seorang peran utama dalam sebuah cerita yang DIA ciptakan, atau menjadi peran pendukung, atau mungkin hanya penonton? Bagiku, hidup adalah tentang bagaimana kita memahami maksud keberadaan kita di bumiNya. Mencoba merangkai serpihan puzzel hingga menjadi kesatuan yang utuh. Jika pun nanti tidak sepenuhnya utuh, setidaknya terlihat jelas garis besarnya. Aku, kamu, dan kita sedang mencoba memahami itu. Saat ini juga. ______________ Hanya oretan yang di buat serius kalau lagi bisa curi-curi waktu untuk nulis. Semoga ada yang bisa dipetik! Yang baik datangnya dari Allah, saya mah manusya yang sudah jelas tempat salah dan khilaf. Hiks. Terima kasih sudah mampir ^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • Dia dan Doa
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • CALISYAQIB (About a hope) (Hiatus)
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • Ya Rabb Beri Kami Hidayah-Mu
  • The Golden Age

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines