Mistery and Little Moon

Mistery and Little Moon

  • WpView
    Leituras 87
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 8
WpMetadataReadConcluída qua, ago 11, 2021
Menatap bulan, itulah sebuah kebiasaan sebagai pengisi waktu dikala sepi. Memandang juga berharap, jika bulan dapat menjadi temannya, pengganti mereka yang telah pergi. Dikala waktu tidur malam hadir, matanya tak dapat terpejam, hatinya bergemuruh, air mata pun seakan berbisik, jika hati merasa sedih dan sepi. "Mama, Papa, kenapa kalian gak pernah kembali? Aku disini, sendirian, rasanya sepi, aku ingin bertemu." Malam itu seseorang datang, menemuinya, menyapanya, tersenyum padanya, menjadi sahabatnya, walaupun mereka berbeda. "Janganlah menangis Lani, Aku ada disini. Bersamamu, menemanimu, aku adalah sahabatmu sekaligus kakakmu, sampai kapanpun, walau kita berbeda." Elani gadis kecil itu menatap sendu pada kakaknya, tersenyum walau tak dapat berpelukan. ###
Todos os Direitos Reservados
#521
mistery
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Tetesan Jingga (END)
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • Benang Takdir Aira
  • The Grey Of SAKARUNA
  • verlies
  • Tatapan Aqela
  • Haluan Takdir (With Seanna) [END]
  • Langit Malam Bersamamu
  • ANAIAL《TERBIT》
  • LFS 1 - Air Train [END]

"TAHAP REVISI" Jangan salahkan warna jingga yang memisahkan kita. Cukup salahkan saja waktu, kenapa dia membawa mu pergi ketika Senja berada diujung pantai ini. "Ketika bulan muncul disaat matahari tenggelam. Seketika itu pula, bintang muncul untuk membantu cahaya rembulan tersebut." 'Deltri Anggraini' "Kau salah. Bintang datang bukan untuk membantu cahaya rembulan, tapi dia datang sebagai teman rembulan. Bulan tidak akan indah jika tidak ada Bintang. Begitupun diriku, aku datang untuk teman hidup mu, aku takkan bisa indah tanpa dirimu. Aku datang bukan untuk membantumu bercahaya kembali. Tapi aku akan selalu ada memberi cahaya saat kau redup, memberikan hangat sang mentari Senja kepadamu." 'Zian Leonardo Januardi'

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo