Adira Khanza

Adira Khanza

  • WpView
    Lecturas 321
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 4, 2021
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Langkah kaki ini tak pernah berhenti untuk pembuktian jati diri. Rasa sakit tak sebanding dengan hilangnya iman dari dalam hati, memang aku tidak seperti Asiyah yang memiliki sifat sabar, memiliki ketulusan seperti Aisyah, serta sifat tabah yang dimiliki oleh Fatimah. Tapi aku berharap suatu saat nanti bisa seperti mereka. Aku berdo'a kepada Allah agar selalu melindungi ku serta menambahkan rasa takut akan kehidupan kelak dalam diriku. Hingga pada akhirnya tidak ada kesakitan lagi di dunia. Gimana kelanjutannya, siapkan mental untuk membaca cerita saya yang mungkin amburadul ini...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BUKAN PILIHAN KU
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Kekuatan Hati [TERBIT]
  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • KCI 1.1 [Pengagum-Mu] -SELESAI-
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • IMAMKU GUS PONDOK
  • Cahaya Di Ujung Penantian
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido