Sad Privacy

Sad Privacy

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 6, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dimasa jenjang terakhir sekolah,banyak hal yang harus dituju untuk masa depan. Jika kamu salah mengambil yang kamu tuju bagaimana?akankah masih ada jalan keluar atau harus ada yang membantunya. Terlalu banyak bermain-main menyikapi dengan kekanak-kanakan seperti itulah yang terpandang sebelah mata oleh teman-temannya. Memang masa sekolah sulit untuk melupakan rasanya jika melewati masa ini akan menyesal seumur hidupku. Naura adeeva selalu mengunci puisi-puisi rahasianya yang ia simpan,kertas-kertas tersisip rapi dengan goresan tinta dan resah bimbang kepada siapa yang aku tulis ini. Dan selalu menyimpan kesedihan didepan teman-temannya. "Sebagian cerita adalah pengalaman dan pengajaran hidup yang tak perlu di publikasi jalan hidupmu,biarkan berjalan seperti air disungai." Itu prinsip Sabil yang dikasih bocoran kepada hanya seorang Naura saja yang tahu. Maka dari itu Sabil dan Naura sama-sama terpandang sebelah mata oleh mereka yang tidak tahu nyatanya. Kata itu dari Sabil yang selalu terlintas dikepala Naura. Diam-diam Naura menjadikan kata-kata Sabil sebagai penopang dalam hidup Naura. Apabila penopang itu hilang,pergi,akan-kah ada sebagai penggantinya?.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • A Symphony Of Broken Dreams
  • Naura & Lukanya
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • TRAUMA
  • DANADYAKSA

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines