Sad Privacy

Sad Privacy

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 6, 2018
Dimasa jenjang terakhir sekolah,banyak hal yang harus dituju untuk masa depan. Jika kamu salah mengambil yang kamu tuju bagaimana?akankah masih ada jalan keluar atau harus ada yang membantunya. Terlalu banyak bermain-main menyikapi dengan kekanak-kanakan seperti itulah yang terpandang sebelah mata oleh teman-temannya. Memang masa sekolah sulit untuk melupakan rasanya jika melewati masa ini akan menyesal seumur hidupku. Naura adeeva selalu mengunci puisi-puisi rahasianya yang ia simpan,kertas-kertas tersisip rapi dengan goresan tinta dan resah bimbang kepada siapa yang aku tulis ini. Dan selalu menyimpan kesedihan didepan teman-temannya. "Sebagian cerita adalah pengalaman dan pengajaran hidup yang tak perlu di publikasi jalan hidupmu,biarkan berjalan seperti air disungai." Itu prinsip Sabil yang dikasih bocoran kepada hanya seorang Naura saja yang tahu. Maka dari itu Sabil dan Naura sama-sama terpandang sebelah mata oleh mereka yang tidak tahu nyatanya. Kata itu dari Sabil yang selalu terlintas dikepala Naura. Diam-diam Naura menjadikan kata-kata Sabil sebagai penopang dalam hidup Naura. Apabila penopang itu hilang,pergi,akan-kah ada sebagai penggantinya?.
All Rights Reserved
#620
masadepan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Naura & Lukanya
  • Love My Enemy
  • SIMETRI
  • A Symphony Of Broken Dreams
  • TRAUMA

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines