Story cover for Special (Crazy) Class by minionkuning
Special (Crazy) Class
  • WpView
    Reads 754
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 754
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Sep 04, 2018
Ini kelas emang gada habisnya. Selalu bikin guru males untuk masuk ke kelas kalo udah 'free class'. Asli! Berisik banget! Gue ga boong.

Terkadang, gue benci banget sama kelas ini. Kenapa? Karna kelas ini bukan kelas banggaan guru, yang suka di sebut-sebut 'kelasnya enak, anaknya diem-diem semua.' , 'anaknya ga bandel, kalau di tanya pasti di jawab dengan bener.'

Beda banget sama kelas gue. Yang selalu di pandang 180 derajat sama omongan guru-guru di atas tadi. 

Walaupun gitu, segala kocak, romance, sad, dan banyak lagi, itu gue rasain di kelas ini. 

Gue benci sama salah satu geng di kelas gue. Tukang gibah, dan magadir, Manusia Gatau diri.
Tapi, mengesampingkan tukang gibah, Gue sayang XI IPS 3. 

Therefour, The name of our class is Special (crazy) Class.

Ohya, ini cerita gue ambil 98% dari kehidupan nyata gue. Bisa dibilang, ini True Story.

[#3 Class on 06-09-2018]
All Rights Reserved
Sign up to add Special (Crazy) Class to your library and receive updates
or
#361class
Content Guidelines
You may also like
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] by hysunshinee
45 parts Complete
"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee
You may also like
Slide 1 of 10
Treat You Like An Enemy | ✔ cover
182 days cover
KELAS ABSTRAK cover
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] cover
Ketua Kelas & 8 Kampret cover
Something Wrong With R (End) cover
CINTA LOKASI cover
Behind The Smile (TERBIT) cover
My Class cover
[✔️terbit] 1. The Girl That Hurt cover

Treat You Like An Enemy | ✔

9 parts Complete

[Amazing cover art by: Laven K. | @LavenWho] [⚔️] [TEEN FICTION-ROMANCE, COMEDY] Diajari secara private oleh Fro ditambah fakta bahwa ia adalah Wali Kelas di kelasku memang menyebalkan. Karena sifatku yang tak acuh dengan pelajaran, Mama menyuruh salah satu pria muda yang sebelumnya adalah Wakil Direktur di perusahaan Mama untuk menjadi guru private-ku. Frosta Maximo. Guru itu memang tidak terduga. Segala pelajaran sekolah sudah ia hafal. Semuanya ia mampu kuasai dengan baik, seperti komputer. Diajari oleh Fro sama seperti dimarahi oleh Mamaku. Tidak ada hentinya! Sifatnya saja yang pura-pura baik. Padahal sewaktu bersamaku, ia suka sekali membuatku kesal. Benar-benar iblis! Lebih parahnya lagi, ia berjanji akan menghadiahiku dengan memberikan nomor ponsel seorang pria yang kusuka, Edgar. Setiap kali aku melawan kata-kata pria itu, ia selalu mengancamnya dengan janji yang telah ia ucapkan dulu. Rasanya aku ingin sekali melempar barbel pada wajahnya agar aku tidak perlu melihat pria itu. Demi apa pun, aku benar-benar kesal dengannya. Tapi, yang bisa kulakukan hanya bersabar. Sabar sampai waktu pembalasanku yang tepat. Tunggu saja, kamu akan kubalas! Dasar guru iblis! 📌 Cerita ini mampu membuat kalian senyum-senyum sendiri, kesal, kecewa, dan menangis di saat bersamaan. 📌 ©copyright by Grace Kosuga