Special (Crazy) Class

Special (Crazy) Class

  • WpView
    Reads 762
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ini kelas emang gada habisnya. Selalu bikin guru males untuk masuk ke kelas kalo udah 'free class'. Asli! Berisik banget! Gue ga boong. Terkadang, gue benci banget sama kelas ini. Kenapa? Karna kelas ini bukan kelas banggaan guru, yang suka di sebut-sebut 'kelasnya enak, anaknya diem-diem semua.' , 'anaknya ga bandel, kalau di tanya pasti di jawab dengan bener.' Beda banget sama kelas gue. Yang selalu di pandang 180 derajat sama omongan guru-guru di atas tadi. Walaupun gitu, segala kocak, romance, sad, dan banyak lagi, itu gue rasain di kelas ini. Gue benci sama salah satu geng di kelas gue. Tukang gibah, dan magadir, Manusia Gatau diri. Tapi, mengesampingkan tukang gibah, Gue sayang XI IPS 3. Therefour, The name of our class is Special (crazy) Class. Ohya, ini cerita gue ambil 98% dari kehidupan nyata gue. Bisa dibilang, ini True Story. [#3 Class on 06-09-2018]
All Rights Reserved
#670
class
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Treat You Like An Enemy | ✔
  • Something Wrong With R (End)
  • My Class
  • My Enemy Ayna
  • NAYLA [SLAW UPDATE]
  • 182 days
  • All Falls Down [COMPLETED]
  • ZeiAnya

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

More details
WpActionLinkContent Guidelines