Save Me [ Taerin ] ✓

Save Me [ Taerin ] ✓

  • WpView
    Reads 43,937
  • WpVote
    Votes 4,567
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 4, 2019
WpInfo
Fanfic
BTS
aku tidak mengisahkan banyaknya kisah cinta yang bertebaran di kalangan remaja saat ini, tidak. Ini tentang masalah bagaimana menerima diri sendiri, dan menyakini jika kita harus mencintai diri sendiri ketimbang orang lain. Bukan terkesan tidak perduli terhadap sekitar. Hanya saja, kehidupan di jaman sekarang sangat sulit menemukan sosok orang yang tulus, dan menolong secara suka rela saat sedang merasakan kesusahan. Banyaknya popularitas orang yang ingin membunuh diri sendiri, karena sudah tidak tahan dengan kerasnya kehidupan. Ekonomi sulit, keluarga berantakan. Dan pergaulan bebas, bahkan mensayat diri untuk melampiaskan emosi yang terpendam. Juga, tidak ada motivasi untuk semangat, belajar bahkan datang ke sekolah. Semua aku rangkum dalam dua sudut pandang, yang berlawanan. Tidak menemukan titik jelas, namun bisa di mengerti tentang amanat yang harus di terapkan setelah ini. Belajar mencintai diri sendiri, bukan untuk orang lain. Tetapi atas kemauan dan niat dari diri sendiri.
All Rights Reserved
#10
jyr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Mission
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • Drama di Pintu Kosan
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • BACKSTREET
  • REGAN's Crazy Wife (END)
  • Chana's Transmigrasi

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines