Mission Go Wrong

Mission Go Wrong

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 13, 2018
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
"Menarik sekali. Kau tidak kabur dengan cepat. Apa kau terdistraksi oleh lantai dansa?" pria yang menangkapnya berbisik dengan bibir menempel langsung di telinga June, mengirimkan gelombang adrenalin yang membuatnya shiver. "Sedikit"
All Rights Reserved
#3
policeofficer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚
  • Diary Of Rain [END]
  • Save Me • NoHyuck •
  • 𝐓𝐑𝐀𝐏𝐏𝐄𝐃 || 𝐎𝐆
  • MLBB ONESHOOT   (フィクション)
  • Grace
  • Love, unexpected
  • Accidentally Detective
  • When A Snail Falls In Love

Sebagian besar part diunplublis untuk kepentingan penerbitan ________________ This is a SEQUEL of "Are You a Criminl?" ACTION - ROMANCE (ekstrim) _________________ "John." "John." "Bantu aku mengangkatnya." Sayub-sayub aku mendengar kalimat itu. Suara lembut, juga, ya, sexy, dan aku baru pertama kali mendengar suara yang begitu memikat itu. Sepertinya dia cantik, mungkin sangat cantik. "Cepatlah, aku tidak dapat menahan tubuhnya lagi." Kini, nada suara yang begitu khawatir, sangat khawatir kembali terdengar. Oh God, siapa yang begitu mengkhawatirkanku selain keluargaku? Siappun dia, aku yakin dia dewi penolongku malam ini. Sekali, dua kali aku merasakan dadaku ditekan. Entah berapa kali hingga cairan bening keluar dari mulutku. Perlahan oxygen kembali memasuki hidungku hingga ke paru-paruku. Belum ada apapun atau siapapun yang aku lihat, mataku masih terpejam dengan sempurna, namun aku yakin pendengaranku bekerja dengan baik sekarang. Dan suara lembut juga sexy yang beberapa kali aku dengar adalah nyata. "C'mond c'mond c'mond. Bernapaslah." Kini, tangan lembut itu menepuk-nepuk pipiku, sesekali menekan rahangku. Sekali, dua kali mataku mulai mengerjab-ngerjab hingga terbuka dengan sempurna. Bloody h*ll, she's so beautiful. "Thank God," ucap gadis itu dengan senyum. Bukan hanya suara, bibir yang bergerak pelan, tepat di depanku itu, juga terlihat begitu sexy. Baru kusadari kepalaku berada di pangkuannya, tubuhku juga pakaianku begitu basah dan aku masih terbaring tanpa tenaga sedikitpun. Sama sepertiku, tubuh juga pakainannya basah kuyub. Okay, wajah cantik itu menunduk, begitu dekat dengan wajahku, sepuluh senti meter, mungkin. Oh God, jangan katakan dia salah satu malaikat cantik yang menjemput nyawaku, yang telah mambawaku ke surga. Namun, semua ini terasa begitu nyata. "Is this heaven?" tanpa sadar aku bergumam. Dalam detik yang sama, tawa kecilnya mulai terdengar. For God sake, siapa makhluk cantik ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines