Story cover for No title by Dwisyah_
No title
  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
Em andamento, Primeira publicação em set 05, 2018
Jika semua orang mengatakan pertengkaran yang paling menyakitkan ada pertengkaran antara kekasih mereka salah. Pertengkaran yang paling menyakitkan ada pertengkaran antara teman yang kau anggap saudara, dimana orang tua mu sudah mempercayainya lebih dari diri mu sendiri. Sakit tapi tidak berdarah. Bodohnya lagi air mata ini tak mau berhenti mengalir. Aku ingin hentikan semuanya tapi percuma semua yang rusak jika kembali tak kan bisa sempurna seperti sedia kala. Aku ingin menjerit di depan wajahnya apa salah ku. Apa mau mu tapi percuma aku hanya angin lalu. Lucu memang, tapi dunia hanya tempat sementara. Aku mencari kawan bukan lawan. Tapi seorang yang tak mau berkawan bisa apa aku ini. 

Menyediakan semua harus di syukuri karena sampai sekarang aku masih diberi hidup oleh yang maha kuasa. Walaupun aku sadar aku tak pantas mendapatkannya. 

Ya Tuhan aku tau, ku bukan hamba mu yang taat tapi tolong aku di setiap kesulitan ku ini. Kumohon hanya padamu tempat ku meminta dan memohon.

Tulisan ini hanya secarik kegelisahan isi hati yang terombang ambing dengan segala sesuatu yang seharusnya tak penting tapi ku pikirkan. Bodoh, memang aku akui itu.

Tapi aku memilih menjadi orang yang tak terlalu pintar jika dengan itu mempunyai teman yang tak akan pernah meninggalkan ku dan menerima ku apa adanya. Tapi teman seperti itu tak akan mudah ku dapatkan.
Todos os Direitos Reservados

1 capítulo

Inscreva-se para adicionar No title à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
You're Here, But Not For Me, de MyMiela
8 capítulos Em andamento
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
ALVIN (On Going), de dv-fitriani_10
38 capítulos Concluída
⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
My Heart Boat cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover
L.O.S.T Don't Know How to Love cover
You're Here, But Not For Me cover
Aku Kamu Dan Dia cover
Remaja cover
Full Of Scratches cover
ALVIN (On Going) cover
SalFlo cover

My Heart Boat

20 capítulos Concluída Maduro

Terima kasih pada teman-teman yang sudah mau menyempatkan membaca karya novelku. Semoga senang dengan ceritanya. Ini karya pertamaku. Bagi saya membaca novel itu menyenangkan. Bisa melambungkan hayalan untuk melupakan penat sesaat. Saya dwi isa mengucapkan terima kasih banyak sama teman-teman semua. ~~~[[~~[[[[~~~~~~~~~ Ketika waktu tak lagi bisa menepi tapi hati ini berharap untuk menepi. Menepis semua yang terhampar dalam waktu yang tenggelam dalam air. Bagaikan ikan-ikan yang terlalu senang dengan kehidupannya. Tapi itu tidak berlaku dikehidupanku. Kehidupan yang gelap tanpa teman. Hanya kegelisahan dan kesepian yang mendera hati ini. Akankah ada tangan yang mampu mengangkatku dari dasar ini? Adakah malaikat yang menerbangkan aku keawan? Mampukah pangeran membangunkanku dari tidurku yang seakan-akan mati? Ataukah aku akan hilang bersama dalamnya jurang yang menelanku?