Mr. Infinity

Mr. Infinity

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 6, 2018
Seberapa ganteng kamu ? seberapa kaya kamu ? seberapa keren kamu ? seberapa beruntungnya kamu di dunia ini ? seberapa beruntungnya aku jadi milikmu ? seberapa besar arti aku untuk kamu ? seberapa besar kamu mencintaiku ? seberapa penting kami dihidupmu ? pertanyaan yang sering ku dapatkan dari orang - orang disekelilingku yang selalu kubalas dengan penuh percaya diri dengan jawaban yang selalu sama, "Tak terhingga". Usai jawaban itu terucap dari lisanku, maka aku akan mendapati berbagai ekspresi di wajah mereka yang tak akan pernah merubah ekspresi wajahku. Mungkin hannya satu pertanyaan dengan jawaban Tak Terhingga yang akan merubah ekspresiku bahkan duniaku. Namun sampai saat ini, pertanyaan itu tak pernah ku dapatkan. Apakah karena menurut mereka hidupku lebih baik dari mereka sehingga tak terbesit dipikran mereka untuk menanyakannya ? Ku harap tak akan pernah ada yang menanyakannya.. Namun, harapan itu pupus olehnya. Pertanyaannya telah merubah duniaku. Bukan hanya dia. Setelahnya ada lagi yang bertanya seperti itu. Belum sempat ku jawab, dia sudah melenggang pergi dengan seringai meremehkan hidupku dan hidupnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Nama Zella
  • JINDERELLA
  • USAHA YANG SIA-SIA♧On going♧
  • If I Say I Love You - Gongfourz ( 오늘만 사랑해 ) | Revisi ✅
  • AILAH(END)✅
  • Surat Untuk Perasaan Yang Tak dimengerti
  • LIGHT
  • Stranger
  • Unperfect [END]

Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines