UNTUK AYAH

UNTUK AYAH

  • WpView
    Membaca 252
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung5jt
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Sep 6, 2018
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
Dia adalah sosok yang mengajarkanku bagaimana kejamnya realita kehidupan, namun senantiasa menjadi tamengku, bahkan ketika aku sudah beranjak dewasa. Dialah satu-satunya pahlawan yang tak pernah kesiangan. Selalu muncul di saat yang tepat, dengan solusi paling bijak Meskipun tak selalu berada di sampingku setiap saat, dia selalu menanyakan bagaimana kondisiku sekarang dan ikut mendoakan aku. Bahkan, dia orang pertama yang panik karena tak tahu harus berbuat apa saat melihatku jatuh sakit. Mungkin di luar, dia terlihat begitu tidak peduli, namun aku tahu, hatinya sangat hangat, sehangat tangannya ketika membelaiku. perli kalian ketahui Dia adalah satu-satunya pelawak paling tidak lucu di dunia ini dan entah kenapa, aku selalu menertawakan leluconnya. Bahkan, hatiku yang tadinya cemas menjadi tenang dan lega setelah bercakap-cakap dengan dia. Meski aku jarang bertemu dengannya karena dia begitu sibuk di siang hari dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang kepala keluarga, namun dia tetap ingat denganku. Tak pernah sekalipun dia mengeluhkan apapun padaku. Senyumnya secerah matahari, meskipun ada beban besar di pundaknya. .Harniati Kahar
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
romantice
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • THE GAMES WE PLAY
  • Abadi Mohabbat βœ“
  • MARRIEDLY UNMARRIED
  • I See You | Abdul Kahar - P. High Council
  • 𝐒𝐀𝐅𝐀𝐑~ ANUJ KI DAASTAN
  • Hues Of Love
  • We Were Meant To Be.~ COMPLETED
  • Tu woh chaand
  • LET ME HATE YOU

I was not a studious girl when I was forced into medical field because of my father who always expected the best from me. I didn't realize becoming doctor became so dear to me that it turned into a passion instead of a escape from my broken family and that's when I saw him again.. He made my heart beat a little faster but broke it just as everyone did and left me 5 years ago without any warning and stormed back in my life without one too. It was decided that i won't let him ruin me again but chip by chip the walls of my heart fell away seeing his efforts and that Infuritaingly handsome face. Should I let him in my life giving him a chance to prove himself? Or stick to the stereotype of "all men are same"? " I loved you" She whispers, the hand I'm holding cold against my skin. I stroke the skin with my thumb once, trying to get her eyes on me and then she looks at me. Hurt eyes look at me and in that moment I wanted her to look away because of the hurt evident in her eyes. After 4 years, seven days and something hours, she finally looked at me. "I know." I whisper back. "You still left me alone to fend for myself." My grip tightens on her hand. "I know. But I want to make things right. Do you think you can give me one chance?. " Ps: this story is of Isha mehra, sister of ishan, the main lead of my previous story, the setting of both the books is completely different and they are not interconnected. But if you want to have a better sense of characters that might be same as the previous book, you should read that first and then continue with this. But it can also be read as a standalone. Thank you for reading till here. Happy reading<3

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan