Blue Fire

Blue Fire

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 18, 2019
Mellyanda Berdiri diantara Daddy dan kau yang ku cinta sulit untukku memilih. Aku tidak bisa mengabaikan Daddy walau dia membenciku dan kau meskipun cintamu untuk orang lain aku mencoba untuk meluluhkanmu karena kau milikku. Dan meskipun kau menghinatiku aku tetap mencintaimu. Yongki Aku mencintai orang lain sejak aku kecil. Namun dia lebih memilih kakak ku. Aku mendekatimu karena Papaku selebihnya hanya kasihan tidak ada cintaku untukmu. Cintaku untuknya dan akan kudapatkan kembali dia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Two Heart Of Fenan
  • Derena
  • Bayi transmigrasi | ✅
  • Manusia Berisik✅
  • Precious Family || Enhypen

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines