cinta ku kepada ibu

cinta ku kepada ibu

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 8, 2018
IBU.. Dia adalah malaikat tak bersayap Sebaik-baik Nyah seseorang tidak ada yg bisa lebih baik dari seorang ibu. Ibu yg pertama berkorban nyawa nyah untuk kita. Tentu tidak heran jika kita masih bisa hidup tanpa kasih sayang dari seorang ayah. Tapi tidak bisa hidup tanpa kasih sayang dari seorang ibu. Bagiku ibu adalah segalanya. Dan aku sangat mencintaimu ibu. Engkau menghidupi ku sejak kecil sampai saat ini aku dewasa. Maafkan aku ibu. Aku merasa egois dengan diriku sendiri. Kenapa aku harus mati2 yan bekerja hanya untuk kebutuhanku sendiri di masa depan yang akan datang. Padahal aku belum membalas sedikit pun pengorbanan mu sejak aku balita sampai sedewasa ini? ingin rasanya aku memberikan hasil kerja ku semua untuk mu tanpa memikirkan masa depan ku sendiri. Tapi mengapa engkau selalu perduli akan masa depan ku. Engkau selalu menyuruhku untuk menyimpan hasil kerja ku. Alasan agar aku bisa lebih baik di kehidupan yg akan mendatang. Padahal aku ingin sekali mengorbankan semua jiwa ragaku untuk mu ibu... Sungguh aku takbisa menggambarkan kebaikan mu ibu. Kau lah segalanya. Pesan ku pada Allah. Aku hanya ingin ibu sehat selalu dan diberikan umur panjang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Hai, Kak! (END)
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • When We Drown [TAMAT ✔]
  • di akhir perang
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • Sehari Untuk Selamanya
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • A R S E A N A
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines