Kita Dan Rasa✔

Kita Dan Rasa✔

  • WpView
    Reads 15,609
  • WpVote
    Votes 1,046
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
Rank #2 in Melupakanmu Aku suka menulis sebuah rangkaian kata-kata yang penuh makna. Yang terdapat jutaan arti di dalam rangkaian kata indah tersebut tentang bagaimana perasaan yang kurasakan. Tentang aku, kamu, rasa dan tentang usahaku untuk melupakanmu. Entahlah terlalu sulit untuk kujelaskan. Ini adalah ukiran-ukiran kata darinya. Sebuah rangkaian kata yang membuatku tak bisa berkata. Dia.. Yang sudah singgah di hati ini secara tak sengaja, lalu menumbuhkan rasa yang belum pernah kurasakan. Entahlah ini semua hanya mainan belaka atau dia mengungkapkan isi hatinya padaku. Aku tak banyak berharap, karena harapan hanya membuat hati ini pedih. Inilah kisah perjalananku dengannya tentang rasa dan usahaku untuk melupakan dirinya. Kutuliskan kedalam rangkaian kata menjadi sebuah kisah yang selalu dikenang. - Syaa Note : CERITA Tidak Lengkap
All Rights Reserved
#268
melupakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • CLOSER
  • F A K E ? [End]
  • AKARA (Terbit)
  • Aku Dan Bintang [COMPLETED]
  • dimana janji tersebut
  • Why you Comeback
  • FLASHBACK [COMPLETED]
  • 00.00

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines