Kita Dan Rasa✔

Kita Dan Rasa✔

  • WpView
    Reads 15,609
  • WpVote
    Votes 1,046
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
Rank #2 in Melupakanmu Aku suka menulis sebuah rangkaian kata-kata yang penuh makna. Yang terdapat jutaan arti di dalam rangkaian kata indah tersebut tentang bagaimana perasaan yang kurasakan. Tentang aku, kamu, rasa dan tentang usahaku untuk melupakanmu. Entahlah terlalu sulit untuk kujelaskan. Ini adalah ukiran-ukiran kata darinya. Sebuah rangkaian kata yang membuatku tak bisa berkata. Dia.. Yang sudah singgah di hati ini secara tak sengaja, lalu menumbuhkan rasa yang belum pernah kurasakan. Entahlah ini semua hanya mainan belaka atau dia mengungkapkan isi hatinya padaku. Aku tak banyak berharap, karena harapan hanya membuat hati ini pedih. Inilah kisah perjalananku dengannya tentang rasa dan usahaku untuk melupakan dirinya. Kutuliskan kedalam rangkaian kata menjadi sebuah kisah yang selalu dikenang. - Syaa Note : CERITA Tidak Lengkap
All Rights Reserved
#379
poetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • I Love You
  • FLASHBACK [COMPLETED]
  • Kisah yang Tertunda
  • 00.00
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • Remaja
  • CLOSER
  • Aku Dan Bintang [COMPLETED]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines