Retrospeksi | Seri Self Acceptance✅

Retrospeksi | Seri Self Acceptance✅

  • WpView
    LECTURI 400,132
  • WpVote
    Voturi 32,327
  • WpPart
    Capitole 33
WpMetadataReadComplet sâm, aug 23, 2025
Sebab tidak segalanya dapat kita mengerti, meski begitu beberapa hal dapat lebih mudah dihadapi dengan sebuah penerimaan. Rasa sakit yang didapati, sesesak apapun, itu hanyalah sementara, dan penerimaan tulus dari rasa sakit yang didapat, itulah yang kekal. The most terrifying thing is to accept oneself completely. Lantas, ini tentang Anindya dan proses penerimaan terhadap takdir yang rumit sebagai langkah kecil untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Cover by : canva
Toate drepturile rezervate
#66
selfacceptance
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Breathe
  • Meneroka Jiwa
  • Harmoni [Revisi]
  • Narasi patah hati
  • Sampai Saat Ini, Aku Masih Mengagumi Dirimu
  • Happy Ending
  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • DEAR RAGA
  • Meneroka Jiwa 2
  • C
  • Mr. Black Hood (COMPLETED)
  • Rasa Tanpa Kata
  • My Bride 2 (Tamat)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • IMPERFECT
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut