Genie
  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 30, 2018
"Gue tahu ini memang memalukan, tapi gue nggak bisa diem aja liat lo bersikap beda sendiri sama gue dibanding yang lain, seolah gue emang musuh terbesar lo." gadis berjilbab lebar itu menunduk dalam kemudian mendongkak kembali menatap manik hitam pekat yang balik menatapnya tajam. "Gue tau lo juga diem-diem mulai suka sama gue, tapi lo berusaha menyangkalnya," gadis itu kembali berbicara. "Lalu apa salahnya sih kalau kita jalanin aja baik-baik. Gue ngomong kayak gini karena gue sadar; walaupun kita sama-sama suka, kalau salah satu dari kita nggak ada yang maju duluan, mana mungkin semesta bisa nyatuin kita. Gue tau lo gak mungkin maju duluan selama gue nggak bertindak." suara gadis itu mulai parau. "Jadi, lo mau kan berjuang sama-sama bareng gue?" kerongkongan gadis itu serasa lega, namun tidak dengan kondisi jantungnya yang sudah disko sejak tadi. Pria yang sedari tadi diajaknya bicara mengusap wajah gusar, iris matanya melembut tidak setajam tadi dan sudut bibirnya membentuk bulan sabit samar, namun tidak luput dari penglihatan sang gadis. Pria dengan garis wajah datar itu masih saja diam, menatap gadisnya dalam yang membuat perempuan itu kikuk dan memutuskan pandangan ke arah lain. "Neisha," ucap pria itu lembut. Beberapa detik kemudian gadis itu bungkam, pandangannya kosong, spot jantungnya semakin tidak karuan lalu setelah si pria pergi, senyuman tipis tercetak di bibir gadis itu sembari memegang dadanya. . . . Kira-kira, apa jawaban yang diberikan kepada gadis yang selama ini selalu mengganggu, mengusili, dan kerap kali menyebutnya "Calon Imam"?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALSTARAN [END]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • How to Survive
  • serpihan hati
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • ARTEMIS
  • ALA
  • Amor Almira
  • Sweet Combat

"Pergi aja bangs*t!!!" "Gak." ------- "Janji sama gue Star, setelah ini lo harus jadi pengganti gue. Alagars butuh ketua." ------- "Gue cuma gak nyangka aja, ini cepet banget Bri." ------- "Papah dengar kabar kalau Devon meninggal, ini semua pasti karena mu." "Iya gue yang bunuh kenapa? Mau masukin gue ke penjara? Silahkan!" ------- "Lo tahan ya Le. Bentar lagi. Please gue mohon tahan sebentar lagi, ambulan bakal dateng Le." ------- "GAK! INI ITU SALAH DIA! SALAH ANAK SIALAN ITU! DASAR KAMU ANAK PEMBAWA MASALAH!" ------- "Lo tau? Lo udah buat gue khawatir." ------- "Cepet sembuh, biar cepet sekolah. Soalnya PR banyak." ------- "Lo mau jadi cewe gue?" ------- "Kalau mau bunuh gue, jangan setengah-setengah Pah, sakit." "Setelah lo sakitin badan gue, lo pergi. Cuma Bi Inah yang gak pernah bosen buat ngobatin luka-luka di tubuh gue. Setiap malam gue gak bisa tidur nyenyak karena badan gue yang sakit akibat pukulan lo. Dan pipi gue yang selalu terasa nyeri akibat Tamparan lo." ------- "gue hamil." ------- "Aku mau tidur dulu, siapa tau pas bangun rasa sakitnya hilang." ------- "Selamat malam tuan Octanius." -ALSTARAN- [Follow sebelum baca!!!] [Dan tinggalkan jejak vote dan comment setelah membaca!!!] Maaf kalau penulisannya masih berantakan, Author males revisi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines