"You Don't Know Love" ( END)

"You Don't Know Love" ( END)

  • WpView
    Reads 13,395
  • WpVote
    Votes 1,212
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Apr 24, 2023
demi hari aku dan dia semakin dekat, rasanya tak ingin dipisahkan. Dan perasaan yang kurasakan bukan hanya sekedar sebagai seorang sahabat tetapi ternyata aku jatuh cinta padanya. Akhirnya aku bersamanya hingga saat ini dan dia berjanji akan selalu berada di sampingku, bersamaku hingga maut yang memisahkan. ______wayo aku terlambat untuk memberi tau isi hatiku, aku terlambat untuk mengunkapkan isi hatiku, dan terakhir aku terlambat untuk menyadari perasaanku yang sebenarnya. Kenapa cintaku selalu terlambat...??!, Dia kini telah pergi jauh terbang tinggi tinggalkanku disini aku benar-benar mencintainya, tolong kembalikan dia padaku Tuhan". Kesedihanku membuat langitpun menangis, mentari takut menampakkan sinarnya, dan nyanyian angin melengkapi panorama penyesalanku. _______phana
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Story Of Love
  • The Comedian's Last Laugh
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Adore You
  • Masa depan yang terulang
  • cinta datang terlambat (Serial My Love Story 2)

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines