Story cover for Days Without You by RitsunoMizu12
Days Without You
  • WpView
    MGA BUMASA 72
  • WpVote
    Mga Boto 19
  • WpPart
    Mga Parte 2
  • WpView
    MGA BUMASA 72
  • WpVote
    Mga Boto 19
  • WpPart
    Mga Parte 2
Ongoing, Unang na-publish Sep 09, 2018
Kehadiran tetangga barunya, membuat Faren merasa sedikit terusik. Bukan, bukan dia tidak menyukai tetangga barunya itu. Bukan fisiknya yang terusik. Namun, hatinya yang terusik. Karena tanpa disadarinya, ia telah menjatuhkan perasaannya kepada tetangga barunya itu. Berulang kali ia mencoba menyangkal akan hal itu dalam dirinya karena ia tidak boleh sampai menaruh perasaan lebih kepada tetangga barunya. Ada sebuah dinding yang tak bisa ia tembus. Lagipula, ia sudah menetapkan hatinya pada satu orang. Jadi,bukankah salah jika dia sampai menyabangkan perasaannya itu? Tapi, apa juga salah jika perasaan itu hadir dalam dirinya?

"Now I know, which one the good of our leaf, although that is the days without you, cause God will make the best future for us." ~Alisha Faren Rifany


Days Without You™
~Mizu-chan♡
All Rights Reserved
Sign up to add Days Without You to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
AYO MOVE ON! cover
Buku Harian Haryan cover
This is my destiny cover
Hapless cover
Our Times (Completed)  cover
I Hate Rain cover
DEAR ANNETHA cover
Sakit? |✔ cover
The Cruel Boy cover

AYO MOVE ON!

55 parte Kumpleto

VOTE SEBELUM MEMBACA [LENGKAP] •• Setelah putus dari mantan nya, kini Keira selalu terdiam menatapi kenangan yang telah hilang. Ia terus berusaha mencari cara untuk melupakan mantan nya, namun semua cara gagal. Bagaimana tidak, hubungan nya yang bertahun-tahun telah menghilang begitu saja. Baginya ini hal yang sulit untuk dihadapi disaat melihat mantan nya telah jadi milik orang lain. "Gue pasti bisa!" gumam nya. "Bisa apa?" "Bisa move on." sahut nya menjawab. "Gue tantang lo satu bulan, lo harus bisa move on!" Hari demi hari Keira lakukan, tetap nihil. Semua tentang mantan pacar nya masih terbesit di otak, di tambah lagi ia harus menerima kenyataan saat mantan nya satu sekolah dengan nya. Apakah ini sebuah cobaan atau ujian dalam hidupnya, entah apalah itu. Setiap hari ia hanya bisa menatapi nasib saat menghadapi hari-hari nya dan berusaha melawan situasi untuk tidak mengingat masa lalu lagi.