With My Humairah

With My Humairah

  • WpView
    Reads 3,481
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 13, 2019
Malam ini tampak sepasang insan yang baru saja mengikat janji suci pagi tadi sedang kelelahan karena menjadi raja dan ratu seharian "Ekhem...itu anu ...abang capek ga?"tanya Rani gugup. "Capek sih tapi ga apa apa kok sayang lagian wajar kalo pengantin capek dihari bahagia nya"tutur Irham. "Hehehe iya sih tapi boleh ga rani pijatin abang,eh tapi emm itu anu maksudnya eh itu sih kalo boleh, kalo engga ya ga apa apa kok"gugup Rani. "Hahaha kamu lucu ,masa mau pijat suami sendiri pake gugup segala,udah sah lo ini hahaha,pijat biasa aja udah gugup apalagi pijat plus plus hahaha"tawa Irham pecah. Blusshhhh pipi rani memerah "Dasar mesum"teriak Rani sambil berlalu meninggalkan irham yang sedang tertawa terpingkal pingkal karena melihat reaksi istrinya yang kelewat menggemaskan itu. Hy gaes jangan lupa vote dan koment Happy reading❤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Not A Perfect Husband ✔
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Halo Gus!!
  • Romantic Weird Couple(Selesai)
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • GUS GIBRAN ( PERJODOHAN.)  TERBIT
  • Imam untuk Gladysa✓

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines