Hilang Sempurna

Hilang Sempurna

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 9, 2018
Ada yang hilang saat kau pergi, hidupku senyumku . Entahlah, mengapa hadirmu sebentar saja. Hiduplah sekali lagi, aku belum selesai bercerita. Seperti Cahaya yang kau padamkan. Kau tinggalkan aku dengan kesepian. Aku tak lagi bermakna apa-apa. Jika aku tau arah kau pergi, seribu jejak akan ku lewati. Untuk mencarimu. Hingga detik ini , mengingat tentangmu sudah menjadi kebiasaan. Hey... Aku tidak sedih lagi sekarang, aku juga tidak menangis lagi. Luka yang kau buat, tak akan aku sembuhkan cepat-cepat . Aku ingin merasakan perih dengan rasa syukur pernah mengenalmu. Rest in peace my prince. aku yang pernah mencintaimu dengat hebat
All Rights Reserved
#495
patahati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Hiraeth.
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Misunderstand
  • Sekali Lagi (End)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Aksara dan Kata
  • Kepingan Yang Terlupakan
  • I'm In Love With A Gangster-2

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines