I CAN'T
  • WpView
    Reads 842
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
#amazing cover, credit to @KucingMonster97 "Kita bisa coba dulu. Bukankah kamu pernah bilang, kalo kamu ingin berubah?" Seharusnya aku tidak pernah mengucapkan kalimat di atas jika tak ingin terjerat dalam rumitnya kehidupan Kak Lin, seorang model couture tampan yang sekaligus juga seorang gay. Usianya yang sudah memasuki usia matang untuk menikah membuat sang ibu terus-menerus mendesaknya untuk mencari pasangan. Kau pasti bisa memahami, betapa menyesakkannya menyukai seorang gay. Sesuatu yang terkadang lebih menyesakkan dari sekedar sebuah cinta tak berbalas. Sebagian besar orang lebih menyarankan untuk menyerah saja. Dan kini, aku mengalami keduanya. "Aku tak bisa memilih antara ibuku atau kekasihku. Jika keadaan berubah menjadi tak terkendali lagi, mungkin kamulah yang akan kupilih demi memenuhi keinginan Ibu atas diriku." Coba beritahu aku, bagaimana caranya untuk menyerah sementara Kak Lin terus memberikan sinyal-sinyal meragukan seperti ini? Satu hal, aku hanya akan berjuang. Berjuang 'meluruskan' kembali Kak Lin, apapun rintangannya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Ma Boy [SELESAI] ✔
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Second Choice?
  • The Blooming Lady [completed]
  • PHOBIA(Comeback)-TAMAT

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines