Buku Harian [Revisi 2]

Buku Harian [Revisi 2]

  • WpView
    Прочтений 10,432
  • WpVote
    Голосов 658
  • WpPart
    Частей 22
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published срд, окт. 21, 2020
Dia dingin, tapi hangat. Dia tegar, tapi rapuh. Dia cuek, tapi peduli. Dia cantik, manis, lucu. Dia penyuka Donat. Dia segalanya. - Gergio Rizanes Haling - Menulis hobby ku, buku adalah temanku. Kalian tidak mengerti kehidupanku. Hidupku adalah hidupku, bukan hidupmu. Biarkan aku yang mengatur dan menjalaninya, kalian cukup lihat saja. Tak usah ikut campur! - Rarify Anifhumari - "Ayo cepat sadar, aku rindu saat kita bersama." "Ku kira kamu pergi memulai hidup baru ditempat yang nyaman, dan aku ikut pergi juga. Kita terpisah dan di saat kita dipertemukan kembali dengan keadaan begini. Aku menyesal telah meninggalkan mu, maafkan aku." Ucap seorang gadis yang tengah menangis sambil menatap sahabatnya yang sudah ia anggap menjadi adik lucunya. Di depannya seorang gadis yang seumuran dengannya terbaring lemah, wajah penuh luka dan pucat sangat memprihatinkan. Gadis itu terus saja menatap sahabatnya, seandainya di saat sahabatnya itu tersadar yang pertama kali dia lihat itu adalah dirinya. Harapan tinggal harapan, ia hanya bisa berdoa untuk sahabatnya, semoga cepat sadar. Tit--tit--tit-- Tittt---- Rank 213- mystery/Thriller (220918) Rank 894- misteri (091018) Rank 651- misteri (231218) Rank 643- misteri (120119) Rank 875- misteri (220619) Rank 836- misteri (230619) Rank 733- misteri (280619) Rank 702- misteri (260719) Rank 834- misteri (081020)
Все права сохранены
#4
acakacak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Forever Friends ( End )
  • Rannia√
  • Dendam Yang Terpendam
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Pieces of Light
  • Love Sick
  • 𝐅𝐈𝐍𝐀𝐋 𝐑𝐄𝐕𝐄𝐍𝐆𝐄 ~LANA FEAT ALL PEOPLE AT THE SCHOOL
  • ALGAFA
  • ALZEA : FEATURED SOULS

Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту