Meyra
  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 10, 2018
"Kak, selamat ya atas kelulusannya." Gadis beralameter abu-abu itu tersenyum sambil membawa cupcake buatannya. Orang yang dihadapannya hanya diam tanpa menerima cupcake dari gadis tersebut. "Gue udah bilangkan, gue nggak suka lo kayak gini. Deket-deket gue." "Tapi kan kak..." Bruk! Terlambat sudah cupcake gadis itu jatuh ke lantai sampai terkena sepatu hitamnya. Kemudian laki-laki itu melenggang pergi. Kejadian 1 tahun lalu tidak membuat gadis yang memiliki nama Meyra itu mundur terhadap perasaannya. Ia sudah salah paham, saat masa Mpls dulu bukan dirinya yang disukai laki-laki itu tapi sepupunya. Meyra tidak selemah itu, ia masih mengikuti laki-laki itu sampai kuliah. Dan saat itu juga, dia masih sama. Namun seiring waktu, Meyra ingin melupakannya tapi laki-laki itu malah mendekati Meyra.
All Rights Reserved
#821
bahasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • RAYNZAL ANGKASA
  • ADYRA
  • Jatuh Cinta Sama Elo?! NO WAY!
  • SOLITUDE
  • DRABIA [END]
  • RAKADINDA
  • He Wrote My Name Wrong
  • ZELINARKA
  • Rannia√

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines