Keyakinan

Keyakinan

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 11, 2018
Seorang gadis yang selalu berkelana menyusuri semua hal indah yang ada di dunia. Baginya, tempat yang ia pijaki adalah rumah. Dia tak suka berdiam diri dalam sebuah ruangan yang tertutup, alam sudah terlanjur membuatnya jatuh cinta. Hidup hanya sekedar bernafas lalu meninggal. Dia tak percaya akan adanya Tuhan. Gadis itu memiliki sebuah pola pikir bahwa segala sesuatu hal harus bisa dicerna oleh logika. "Jika Tuhan ada mengapa dia tak nampak?". Begitulah pikirnya. Hanya satu hal tujuannya hidup, yaitu untuk meninggal 'dialam raya'.
All Rights Reserved
#870
manusia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • eternal flower
  • Puisi
  • KEPERGIAN SENJA
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • MAHABBAH RINDU
  • In The Shadow of Lost Time
  • Together, Against all Odds (T.A.A.O) (LENGKAP)
  • Payback's Sweet

Azelia adalah seorang gadis yang begitu mencintai alam. Alam adalah tempat ia merasa hidup, tenang, dan bebas. Dari gemericik air sungai, desir angin hutan, hingga wangi bunga liar yang bermekaran-semuanya menjadi bagian dari jiwanya. Namun, di antara semua keindahan itu, hanya satu bunga yang selalu mengisi mimpinya: *Bunga Keabadian*. Bunga legendaris yang dipercaya hanya tumbuh di puncak Gunung Aeloria, tempat yang sunyi dan suci, jauh dari jangkauan manusia biasa. Konon, bunga itu tidak boleh dipetik. Sebab siapa pun yang mencoba membawa bunga keabadian dari tempat tumbuhnya, cinta yang ingin ia persembahkan justru akan layu dan hilang arah. Namun jika seseorang membawa orang yang dicintainya ke tempat di mana bunga itu tumbuh, maka cinta mereka akan bersemi abadi-seperti bunga itu sendiri, yang tak pernah gugur meski waktu berlalu. Azelia memimpikan seseorang yang kelak akan membawanya ke sana. Bukan untuk memberikan bunga itu kepadanya, tapi untuk *berjalan bersamanya*, berdiri di hadapan keajaiban alam, dan memaknai cinta dalam keheningan yang tak butuh kata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines