Hell(o) F a t h e r

Hell(o) F a t h e r

  • WpView
    Reads 31,094
  • WpVote
    Votes 934
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 4, 2020
Hyera ingin membuang 'kehidupan' yang ada di dalam perutnya, sama seperti kenangan yang selalu membayang-bayanginya. kehidupan yang tak seharusnya ada. Hyera membenci 'kehidupan' nya itu. -------- "Gue hamil," "Gugurin," "Lo harus tanggung jawab!" "Gue nggak bisa Hyera, Gue nggak berharap nikah apalagi punya anak!" -------- Uuhh this new fresh story, by DwayTrisna start from 11 September 2018 Happy Reading
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Are Destiny (NEW)
  • Ego (selesai)
  • [M] She Is Alice (END)
  • Baby On My Way
  • REIGA : Ayah Sambung Anakku [√]
  • Dinikahin ayah tiriku[21+]{Slow Update}
  • REGATHAN [END]
  • Single mom

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines