SANJOYA

SANJOYA

  • WpView
    MGA BUMASA 1,591
  • WpVote
    Mga Boto 280
  • WpPart
    Mga Parte 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Jun 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[UPDATE SETIAP HARI] Ia adalah Sanjoya Grametha, gadis yang dingin tetapi menyimpan kehangatan yang luar biasa. Dan, seseorang yang dengan tiba-tibanya hadir dalam lembaran kisah kehidupannya yang sebelumnya tenang bagai air danau. Katanya membuat warna, tetapi bagi Sanjoya itu seperti mengusik. "Kamu tenang saja, Bandung tak memelihara anak-anak yang suka mengusik," katanya. "Tetapi, aku terusik hanya karena kehadiranmu," bantah Sanjoya. Ganalu Sambara, seseorang yang ingin memberikan warna untuk Sanjoya yang hobi berkata singkat. Dan satu hal yang dilupakan Bara adalah, Sanjoya ibarat bunga matahari. Kesetiaannya tak dapat diragukan. Dua sisi bertolak belakang, dan mempunyai harapan yang sangat mustahil untuk dikatakan sama. Yang menjauh, tetapi ada yang berjalan mendekat. Yang membisu, tetapi ada yang ingin mengajak berbicara. Yang sakit, tetapi ada yang bersedia mengobati. Lalu, jika yang hancur, akankah ada yang membantu menyatukannya kembali?
All Rights Reserved
#45
rindu
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • F A K E ? [End]
  • ARGA [TAMAT]
  • KEPERGIAN SENJA
  • I Hate Rain
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • KANARA [COMPLETED]
  • Someday
  • Ragashka [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman