IMAGINATION

IMAGINATION

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 2, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Kehidupan yang menyedihkan, hanya hidup bersama sang nenek di rumah yang terbuat dari rajutan bambu dan bantal yang keras. Namun itu tak menyurutkan semangatnya untuk bekerja dan bisa membahagiakan sang nenek. Lulus sekolah langsung bekerja sebagai waiter disalah satu tempat club malam, dan itu ia lakukan demi menghidupkan neneknya yang hanya bekerja sebagai buruh cuci. Penghasilan pun tak cukup, dan itu membuatnya harus mencari kerja agar lebih giat lagi. Namun siapa sangka jika ada seseorang yang menawarkan pekerjaan dengan gaji berlipat-lipat ganda dari pekerjaannya di club malam. Tentu saja itu membuatnya langsung tertarik. Di rumah bernomor 22, di sanalah dia bekerja. Hanya sebagai pelayan khusus untuk nyonya besar yang berada di sana. Siapa yang tidak tertarik? Namun di balik pekerjaannya, ia selalu dimatai-matai oleh seseorang yang berada di rumah bernomor 22 tersebut, siapa dia? apa maksud dan tujuannya? "Al." panggilan itu, suara itu. "Al." panggilan itu lagi, hanya ada satu orang yang memanggil panggilan khusus itu untuknya. Siapa? "Al." Aleysia menoleh. Badannya terasa kaku dan keluh, tidak ada lagi kekuatannya selain dia, dia yang memanggil Aleysia dengan sebutan Al. Aleysia memukul kepalanya kemudian menjatuhkan diri.
All Rights Reserved
#93
crying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Goodbye Alaska [END]
  • ARIANA ( Lengkap )
  • ALYA
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • I Don't Understand
  • ALUNA [REVISI New Version] [TERBIT]
  • Albel
  • Glitch
  • Stay (Away)

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Woi! Anak pungut!" "Dari mana aja? Jam segini baru pulang?!" Gadis yang merasa dirinya dipanggil itu menghentikan langkahnya, menunduk, menyeka darah yang sedikit mengalir dari sela bibirnya. Dia menoleh, menatap Bramasta tajam. "Peduli apa papa sama Rhea?" Rheana Adhisty gadis yang punya seribu cara percobaan bunuh diri. Tetapi entah apa yang salah, semua cara yang ia lakukan selalu gagal. Hingga suatu hari, Alaska datang sosok yang semakin mengacaukan usahanya untuk mati. "Ngapain naik ke sana?" "Cari mati, Lo?" Rhea enggan mendengarkan suara berat itu, ia masih menatap nanar trotoar yang dipenuhi kerumunan orang untuk menyaksikannya dirinya jatuh dari rooftop yang berada dilantai tujuh. "Buat apa gue hidup? Enggak guna juga." "Sampai jumpa di alam baka, Alaska."

More details
WpActionLinkContent Guidelines