Rasa ini

Rasa ini

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 12, 2018
WpInfo
Fanfic
Kisah ini menceritakan sebuah persahabatan yang rumit Dimana seorang sahabat merasa dilema antara sahabat dan kekasihnya. Namun lambat Laun seseorang itu menyadari perasaan yg tumbuh karena terbiasa. Dimana ia akan mendapatkan pilihan yg sulit untuk melepas atau malah bertahan. Di lain sisi, ia juga tak ingin merusak persahabatannya dengan teman masa kecilnya. Sebut saja Nama pria itu Angga Prayuna Pratama. Cast • Angga Aldi Yunannda• • Syifa Hadju• • Salshabilla Adriani• • Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan• Co cast lainnya.......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • I Heart My Haters
  • BALAS DENDAM! ✔
  • Take Me Everywhere You Go [Completed]
  • Red string theory
  • Tanya Hati
  • Puisi Cinta [END]
  • Cinta Dan Rahasia

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines