Bertahan setelah jatuh, dan yakin.

Bertahan setelah jatuh, dan yakin.

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 12, 2018
Hallo brader, ada sedikit kutipan + perkenalan nih dari saya. Silahkan luangkan sedikit waktunya untuk membaca ya, next 👉 "Katakan berada di dahan yang paling tinggi itu sangat menyenangkan. Namun ini dunia, apa yang kita rasakan tidak akan selamanya seperti itu. tetapi, anda harus tetap yakin walaupun dunia anda tidak sebagus hari kemarin." Maaf ya baru bisa bikin ini aja. Buat part 1, dan perdana dari konten saya 😂 Selanjutnya, semoga saya bisa lebih berkembang. Terima kasih 🙏
All Rights Reserved
#348
filosofi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 12 PM [TAMAT]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • ZiAron [END]
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Mutualism Symbiosis
  • hay mantan !!
  • Psikopat Digital? [End]

12 PM THE SECRET OF HOURGLASS TEENFICT (INDO) VERSION BY NYAI LEPETJ 🥀🥀🥀 Waktu, satu hal di dunia ini yang tak dapat manusia beli. Uang yang selama ini manusia gembor-gemborkan menjadi tak berkutik di hadapan sang waktu. Orang bilang, kemaren adalah sebuah pembelajaran dan hari ini adalah sebuah harapan untuk hari esok. Tapi Griten, baginya hari ini adalah mimpi buruk dan kemaren adalah satu-satunya hal yang ingin ia kembalikan. Andai bisa memutar waktu, maka ia rela terkurung di hari yang telah lalu demi menebus segala rindunya. Seperti sebuah sihir, pagi yang telah lalu itu entah mengapa datang lagi dengan alur yang sama. Akankah itu memiliki akhir yang sama juga? "Kamu bisa mengubah alurnya. Akan tetapi kamu tidak bisa mengubah sebuah akhir yang telah Tuhan gariskan. Garis-garis di tangan, tak bisa manusia hapuskan." Benarkah Griten tak akan bisa mengubah akhirnya, dan hanya alur yang bisa ia ubah? 🥀🥀🥀 Kita adalah dua raga yang terpisahkan dua dimensi. Berada di bawah naungan langit yang sama, Dan berpijak di bumi yang sama. Tapi aku adalah sebuah wadah, dan kamu hanyalah sebuah kenangan. Tapi hati ini, masih menjerit ingin menatap dan merengkuhmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines