Dalam Diam

Dalam Diam

  • WpView
    Membaca 282
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadLengkap Sab, Sep 22, 2018
(Puisi, Sajak) Ungkapkan Dengan Sastra Jika Mulut Tak Sanggup Berkata
Domain Publik
#809
singkat
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta Sang Dosen ( END )
  • [END] Melindungi Suamiku
  • Janda pertanian memiliki ruang TERJEMAHAN
  • Gus Arrogant!! (TAMAT)
  • 𝐌𝐚𝐡𝐚𝐛𝐛𝐚𝐡 𝐊𝐚𝐢𝐟𝐲𝐚 (𝐁𝐢𝐬𝐦𝐢𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐉𝐨𝐝𝐨𝐡)
  • ALWANNAYRA [END]
  • Z&Z ( Zayyan & Zayra ) [TERBIT]
  • ZAHTHAR [END]
  • ATHARRAZKA
  • Cinta dalam Doa [Terbit]

" Permisi Kak, boleh saya minta tanda tangannya?" Pria itu menoleh dan kaget tapi tidak lama kemudian tersenyum. Aneh, pikir Hanum. " Oh, ya..ya, sini bolpoinnya" katanya. Dia lalu meminta buku Hanum dan memberikan tanda tangannya. Tidak lupa di bawah tanda tangannya ditulis namanya sendiri, Bayu A. Wicaksono. Kakak senior ini baik sekali, tidak memberikan tugas aneh-aneh seperti yang lain. Pikirnya. Kejadian itu sudah berlangsung tiga tahun berlalu. Selama itu pula, Hanum tidak tahu bahwa kakak senior yang dimintai tanda tangan itu adalah dosennya sendiri. Hingga saat Hanum masuk kelas di awal semester enamnya, dia kaget melihat sosok pria tinggi di depan kelasnya, yang ternyata dosennya. Hanum kaget, tapi tidak dengan Bayu. Terus kemana saja Bayu selama tiga tahun ini? Kenapa Hanum baru melihatnya sekarang?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan