KELAM
  • WpView
    GELESEN 9,028
  • WpVote
    Stimmen 266
  • WpPart
    Teile 9
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Sep. 13, 2018
WpInfo
Belletristik
Mystery
Dia dipelihara, tapi bagai dibuang. Dia disayangi, tapi juga dibenci. Darah yang mengalir di tubuhnya disebut-sebut sebagai darah kotor. Sekotor apakah? Terlahir menjadi anak haram bukanlah sebuah cita-cita. Tapi takdir. Takdir yang KELAM
Alle Rechte vorbehalten
#300
kelam
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Benalu [Terbit]
  • Dedek Pendiam Suamiku  || ENDING ||
  • country Humans Sihirku
  • The MAN in Jail
  • Love That Kills
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • SILUMAN PENYERAP USIA: DAAYAN
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien