F A K E
  • WpView
    Reads 1,110
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Plagiat dilarang keras!! " Lo tau ngk kenapa gue mutusin lo?" "..." " Itu karna, lo munafik ra.Lo terlalu munafik jadi orang" jelas alvi pada ara yang hanya menatapnya dalam diam. Deg! Hati ara mencelos.Perasaannya tarasa sakit saat mendengar alvi mengatakan hal itu, perkataan alvi terlalu menyakitinya.Matanya berkaca kaca, ara menundukkan wajahnya. ia tak mau menatap laki laki itu saat ini.Walaupun sebenarnya ia sadar akan hal itu, tapi mendengarnya langsung begitu menyakitkan. "Lo itu, lain di hati lain juga di mulut" Lagi.Alvi kembali menyakitinya, dengan semua perkataannya. " Maksud lo apa?" lama terdiam. Ara menaikkan wajahnya, kemudian menatap al kembali. ara ngak mau disudutkan. Penasaran ngk sama ceritanya, kalau penasaran silahkan dibaca. Maaf banyak typo :)
All Rights Reserved
#867
cold
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • KAY'S STORY
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Love & Enemy
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • Arsyilazka
  • strengthen the heart [Menguatkan hati] -On Going-
  • 90 Hari Mengejar Cinta Alvaro[End]
  • RAJAWALI
  • DAVARA

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines