Suamimu Suamiku juga

Suamimu Suamiku juga

  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 15, 2019
Kehidupan Devan Prawira yang selalu diselimuti kebahagiaan harus terhenti karena sadar dibalik kebahagiannya masih ada yang tersakiti begitupun dengan tersenyum ada yang menangis dan juga menangis ada yang tersenyum. Karena tidak ingin lebih jauh lagi menyakiti perasaan kedua orang yang sangat dicintainya, Devan harus memilih salah satu dari keduanya yaitu dimana ada yang harus dipertahankan dan ada yang harus ditinggalkan. Setelah Membaca dimohon tinggalkan jejak Vote&Comment sangat dibutuhkan.... Writen by : Anjani Aprilliani
All Rights Reserved
#111
poligami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • Because You..
  • VAREN: Imperfect Husband
  • RENOVAN (END)
  • DENARRO
  • Love Is Scratched Wound || Cinta Tergores Luka
  • GA HARUS NING 🖤✨️

(SETIAP BABNYA UDAH DI REVISI) Hema menikah dengan Akasha bukan karena ia mencintainya, tetapi karena rasa tanggung jawab yang mengikatnya pada keluarganya. Perekonomian keluarga yang semakin terpuruk,ayahnya yg jatuh sakit,kedua adiknya sedang bersekolah memaksa gadis itu untuk memilih jalan yang penuh pengorbanan. Akasha, yang dikenal dengan kekayaannya,pewaris keluarga harrington menikahi Hema bukan karena rasa cinta, tetapi karena terpaksa-sebuah pernikahan yang diperlukan agar ia bisa menjadi pewaris sah dari keluarganya dari perusahaan mereka harborstone estates dan itu hanya bisa ia warisi dengan ikatan jika Akasha segera menikah. Di bawah langit yang luas, di antara bentangan Akasha yang tak terbatas, mereka berdua berjalan menyusuri hidup yang penuh dengan maya-ilusi dan harapan kosong yang tak bisa mereka raih. Keduanya, terjebak dalam karma yang tak mereka pilih, menjalani takdir yang mereka rasa tak ada jalan untuk menghindarinya. Namun, di tengah perjalanan itu, apakah ada ruang untuk cinta yang sejati, atau hanya ruang kosong yang dipenuhi kepentingan dan keinginan yang tak pernah berujung?

More details
WpActionLinkContent Guidelines