Suamimu Suamiku juga

Suamimu Suamiku juga

  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 15, 2019
Kehidupan Devan Prawira yang selalu diselimuti kebahagiaan harus terhenti karena sadar dibalik kebahagiannya masih ada yang tersakiti begitupun dengan tersenyum ada yang menangis dan juga menangis ada yang tersenyum. Karena tidak ingin lebih jauh lagi menyakiti perasaan kedua orang yang sangat dicintainya, Devan harus memilih salah satu dari keduanya yaitu dimana ada yang harus dipertahankan dan ada yang harus ditinggalkan. Setelah Membaca dimohon tinggalkan jejak Vote&Comment sangat dibutuhkan.... Writen by : Anjani Aprilliani
All Rights Reserved
#504
poligami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 180° [END]
  • GA HARUS NING 🖤✨️
  • DENARRO
  • VAREN: Imperfect Husband
  • RENOVAN (END)
  • BIARKAN AKU BAHAGIA
  • Berandal school is a good Papa
  • Secret Destiny
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)

🌼 Follow akunku sebelum membaca! 🌼 Dilarang plagiat karena ide itu MAHAL! 🌼 Status cerita sudah end, jadi bisa marathon sampai akhir. 🌼 Jangan lupa vote dan komen saat membaca, agar Author tahu kalian benar-benar ada dan nyata. Blurb : Apa jadinya jika gadis cantik dengan predikat kaya raya, arogan, penuh kekuasaan dan kerap menindas orang lain mendadak berubah dan justru berbalik 180°? Bagaimana dengan lelaki jenius dengan penampilan cupu, bertubuh gemuk, kacamata yang bertengger di hidung dengan tambahan tompel besar di dahinya mendadak berubah 180° menjadi lelaki tampan dengan karisma yang kuat? "Jodohin Aga sama dia, Pa." -------------- "Sahara nggak mau di jodohin, Pa." -------------- "Ya, lo harus mikirin dari sekarang, lah. Pokoknya, nikah sama gue harus bisa kasih gue dua pasang anak kembar! Kalau enggak, gue poligami. Mau?" -------------- "Jadi milik gue, setelah itu menderitalah selamanya dan jangan berharap untuk bahagia!" -------------- "Lepasin, aku! Biarkan aku menerima karma tanpa harus kamu yang bertubi-tubi menghujani luka."

More details
WpActionLinkContent Guidelines