Story cover for Alone by ampulembangmutiara
Alone
  • WpView
    LECTURES 117
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 10
  • WpView
    LECTURES 117
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 10
En cours d'écriture, Publié initialement sept. 13, 2018
Menjadi Sahabat kesepian dalam hidupnya membuat dirinya terlihat tertutup.

Saat semua orang bergerak menjauhinya,dirinya berpikir hidupnya telah berubah.setelah kecelakaan yang menimpannya bersama sang kakak,seluruh ingatannya perlahan lahan hilang.

Menjadi anak yang dianggap tak ada oleh keluarganya sendiri bukanlah hal yang muda bagi hidup remaja seusianya namun dirinya mampuelewatinya hingga semua rahasia yang terpendam selama ini terkuak membuat dirinya sadar akan apa yang menimpanya.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Alone à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
RUMAH tanpa pintu , écrit par diandlyne
36 chapitres En cours d'écriture
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
REKSA: The Last Bell cover
Tinta Luka [END] cover
SIMETRI cover
The Other Side  cover
RUMAH tanpa pintu  cover
MEMELUK LUKA [END] cover
Raymentara cover
Sea Gentala (Tamat) ✔️ cover
This Is Not My House  cover

REKSA: The Last Bell

30 chapitres En cours d'écriture

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.