FROM PELANGI

FROM PELANGI

  • WpView
    Reads 926
  • WpVote
    Votes 337
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 24, 2019
"Aku tidak suka hujan" "Kenapa?" "Hujan bagiku terlalu buruk, Dia lambang kesedihan" "Kenapa kau katakan seperti itu?" "Ntahlah hanya saja hatiku ingin mengungkapkan apa yang ingin disampaikannya" "Kau salah! Ingatlah setelah hujan badai menerjang, pasti akan timbul PELANGI yang indah" "Pelangi memang Indah, tapi bersifat sementara" "Jadi maksudmu kebahagiaanmu sementara?" Angguknya pelan. "Jika kau katakan pelangi bersifat sementara, Lantas hujan yang kau sebut lambang kesedihan Itu bersifat selamanya?" "........." -By: Harni susindy
All Rights Reserved
#830
pelangi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Umbrella Life [END]
  • WAVER [Completed]
  • about us and him ✔️
  • Mujeres Lluvia
  • Memories in Moon
  • My Home [Hujan Series]
  • FIZYA
  • SOLITUDES

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines