BALADA kelas 9c

BALADA kelas 9c

  • WpView
    LETTURE 158
  • WpVote
    Voti 6
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, nov 19, 2018
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Kisah dari kelas yang terkenal akan kenakalan dan pelanggar aturan sekolah moto hidup mereka "boleh nakal yang penting kagak bikin orang tua rugi besar" (Di pelopori oleh ilya rajasa) Dan ini kisah gue..... Eeeeehhh Ralat dah ini kisah kita semua, kenalin duluk my name is.. *asek udah kayak bule aja gue* name awak ilya rajasa ,kalo di tanya gue ini waras atau enggak jawaban nya "muehehehehehehehe" udah ke jawab kan "oke lah ikutin aja kisah nya yak" Seling-selingan sambil nungguin cerita sebelah tamat oke. = ̄ω ̄=
Tutti i diritti riservati
#14
lawakan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Don't call it love!
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • the other side
  • Because I'm Stupid (End)
  • Adik Kelas [Completed]
  • ALFIAN BAGASKARA
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti