Yes, I do

Yes, I do

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2022
Haruskah aku menjawab 'Yes I do' saat dia sosok yang ku benci melamarku? Ini hanyalah kisah tentang partner pekerjaan antara senior dan bawahannya yang menjadi partner hidup. Terdengar bahagia dan menyenangkan bukan? Pernikahan ideal, saling melengkapi untuk membersamai. Begitu katanya. Mungkin sebelas dua belas dengan Couplepreneur. Tapi, bukan itu masalahnya. Bagi Afrina Adawiyah, gadis yang selalu menolak setiap ada sosok lelaki yang mendekatinya, pernikahan ini justru pernikahan yang tak di dambakan seperti seindah kisah-kisah fiksi. Di matanya semua laki-laki sama, pandai merangkai kata, menarik perhatian perempuan yang di sukai-nya, dan yang paling ia benci adalah keseriusan yang selalu menjadi bahan candaan. Jika perempuan lain selalu mendambakan sosok lelaki humoris, Afrina justru mem-blacklist tipe tersebut. Menurutnya tipe semacam itu terlalu klise. "Af, jangan terlalu benci sama seseorang lho! Apalagi kalo dia suka sama kamu." Kata mbak Linda. Aku mengatur nafasku. "Af gak benci kok mbak! Cuma kesel aja setiap liat mukanya, bawaannya emosi terus." Jawabku tenang. "Biasanya kalo terlalu benci sama seseorang, ujung-ujungnya malah terlalu cinta. Hati-hati aja!" Pesan mbak Linda penuh penekanan. Mataku membulat sempurna. "Ih amit-amit," sanggahku menggidik. Afrina, gadis yang tak pernah menuliskan tipe laki-laki seperti kebanyakan gadis biasanya. Jika ia di tanya tentang tipe lelaki yang cocok mendampingi hidupnya, ia tak akan menjawab. Namun ternyata, takdir berkata lain. Ia percaya bahwa jodoh ada di tangan Allah. Tertulis jauh sebelum manusia di lahirkan ke muka bumi, jodoh dan kematian sudah di tentukan. Tertulis jelas di Arasy nya Allah, lauhul mahfudz. Akankah ia menerima? Jika jodohnya ternyata adalah sosok yang sangat ia benci? Dan memiliki tipe yang mati-matian di black list olehnya?
All Rights Reserved
#5
cintatapibenci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Way To You (END)
  • JODOH salah ngomong
  • Psychopath & Gadis polos (Completed)
  • ALA
  • Silent, Please! (Re-up)
  • IT'S YOU
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Kembali Bersamamu (END)
  • My possesive boyfriend
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)

"Apa Pa? Menikah? Papa mau ngancurin hidup Arka seberapa jauh lagi?" dan satu tamparan mendarat di pipi gue. "Jangan bodoh Arka, menikah itu hanya pekara status, tidak akan ada yang berubah, kebebasan kamu masih seperti dulu." . . . "Lo beneran dipaksa nikah? Bokap lo bener-bener gila, dia gak tahu atau memang gak mau tahu? Menikah sama lo itu artinya perempuan itu siap masuk dalam kawasan berbahaya kapan aja." "Lo gak liat muka prustasi gue sekarang? Gue bahkan hampir gila ngebayanginnya Fa, ngurusin hidup gue sendiri aja gue cukup kelimpungan, nah lo bayangin gue disuruh nikah? Gue kudu kerja ekstra kalau masih mau bertahan hidup" "Jadi apa rencana lo?" "Menolak nikah udah gak mungkin, Anindya Putri tunggal dari Hanif Grup, selidiki semua tentang dia dan kasih gue informasinya secepat yang lo bisa!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines