Ketika Cinta Harus Bersabar

Ketika Cinta Harus Bersabar

  • WpView
    Reads 5,566
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 19, 2018
Cerita Karya Nurlaila Zahra "Kamu sudah mendengar kan, Apa yang barusan kami perbincangakan?" Tanya Mama sambil mengusap-usap bahuku. Aku mengangguk pelan. "Lalu bagaimana dengan kamunya? Menerima tidak?" Tanya Mama yang sebenarnya ingin langsung kujawab "Mau..mau!!" Tapi aku malu. Aku lebih memilih untuk diam sejenak sambil menatap satu per satu wajah yang ada diruang tamu, terutama Yusuf. Lalu aku bersuara. "Dengan segala kerendahan hati, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang aku miliki, maka dengan menyebut nama Allah...." Kutarik nafasku perlahan. "Aku menerimanya" Lanjutku. Lega rasanya hati ini. Semua yang ada diruang tamu tertawa bahagia. Kecuali, Yusuf. Aku menatapnya dengan penuh tanya. Ada apa dengannya? Dia hanya menunduk. Sesekali bibirnya tersenyum ketika matanya menatap wajah Mama atau Papa. Tapi sepertinya, senyumnya berbeda. Senyum yang aku tangkap darinya, seperti bukan senyum kebahagiaan. Tidak. Pasti saat ini dia sedang menutupi rasa gugupnya, sama seperti aku. Setiap orang kan pasti berbeda-beda dalam menyembunyikan rasa gugupnya. Aku tepis perasaan itu. Yusuf juga pasti mempunyai perasaan yang sama terhadapku. Saat ini aku hanya ingin melewati malam yang indah ini bersama keluarga besarku. Papa, Mama, Pak Sardi, dan Bu Rahayu mulai membicarakan semua proses pernikahan. Aku sangat bahagia malam ini.
All Rights Reserved
#277
kesabaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • the best choice
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • TAKDIR ALLAH [End!]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Langitkan Do'a Kita (Terbit)

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-

More details
WpActionLinkContent Guidelines