S A J A K

S A J A K

  • WpView
    LETTURE 645
  • WpVote
    Voti 24
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadPer adultiCompleta ven, mag 29, 2020
WpInfo
Poesia
Aku terbiasa menikmati luka Membiarkannya menggerogoti hati Tertawa adalah caraku sembunyikan air mata Kubiarkan dunia menyangka aku baik-baik saja Kubiarkan semesta menutup rasa lelah yang tersimpan di dada Tertawa adalah caranya menunjukkan rasa cintanya Dia buat dunia menyangka hanya dia yang mencintaimu begitu dalamnya Dia buat semua orang percaya hanya dia yang mengerti dirimu sebenarnya Tanpa pernah dia menyadari ada aku, yang jauh lebih mencintaimu Yang jauh lebih memahamimu Yang jauh lebih mengerti binar matamu Tertawa adalah caramu menyakitiku Karena dengan tawa itu, aku semakin sadar... Bahwa aku semakin terperosok dalam pusaran cinta tanpa balas Tertawa adalah caramu menyudutkanku Karena dengan tawa itu, aku tahu... Kau hanya tertawa selebar itu untuknya Tanpa aku bisa mengartikan tawamu padanya, yang terlalu abstrak Apakah itu bahasa cinta? Dan dengan hati kembali tersayat luka, mata kembali basah oleh air mata, Aku memilih kembali menikmati rasa sakit, sambil menebar tawa Lalu seisi jagad raya kembali menyangka aku baik-baik saja. -annsadama
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • 27 FEBRUARI
  • Arsyilazka
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • ALSTARAN [END]
  • ARBIAN [ ON GOING ] √
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Berjanji Untuk Sehati
  • save me
  • • EUTANASIA •
  • the other side

* yang cengeng jangan baca! "Woi jelek..... Gue cinta sama lo" Ucap alta spontan Orang yg di panggil itu hanya diam di balik Hoodie yg ia gunakan hingga hanya terlihat bibirnya ke bawah Keliatan manis emang.... " Tapi bohong" Ucap alta selanjutnya, mengganggu gadis itu sudah menjadi kebiasaan nya selama beberapa bulan ini. Sungguh menyenangkan. ***** " Dasar anak pembawa sial, nyesel saya membesarkan kamu.... Tidak tau diuntung" " Pa salah aku apa? Kenapa papa sekasar ini sama aku" " Lo tanya salah lo apa? Eh bocah gak tau diri.... Lo itu udah pembawa sial dengan lahir ke dunia ini... Dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kami. Dan sekarang.... Lo bahkan menghancurkan tempat terakhir mama... Orang yang udah memberikan nyawanya untuk kelahiran elo" " Maksud kakak apa, aku ngak ngerti? " " Ngak usah pura pura bego deh lo, Lo kan yang udah mengobrak abrik makam mama" " Nggak aku nggak ngelakuin itu, kakak kenapa bisa nuduh aku? " Isak nya " Karna kata satpam... Yang terakhir kali ke sana adalah kamu," " Aku ngak ngelakuin itu, kemarin makam mama baik baik aja" " Ngak usah ngeles deh kamu, sekarang kamu pergi dari rumah saya, saya udah nggak peduli lagi sama janji saya sama almarhum ayah saya. Mulai sekarang kamu saya pecat jadi putri saya" " Pa... Papa jangan, aku nggak tau harus kemana pa, aku hanya punya papa dan kakak kakak. Pa pliss" ***** Perlahan tapi pasti.... Air sungai yang deras itu dapat menghilangkan semua luka bukan? Termasuk luka yang tak berdarah sekalipun Semuanya akan baik pada waktunya, tapi waktulah yang tak baik pada semua. Kalimat baik baik saja akan berguna pada saat luka sudah tak bisa di pendam akhirnya meluap hingga darah dan air mengalir itu kering Terlihat tanpa terasa tapi berbekas. Ini kisah suka dan duka dari nasib seorang anak tanpa ibu, nasib seorang gadis tanpa kasih sayang, nasib seorang kekasih yang tersakiti , nasib seorang teman yang terhianati. Ini kisah untuk; RATU AIRI PRAMULAN

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti