Wanita Hayalan

Wanita Hayalan

  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jan 13, 2020
penulis: Dede Haryansyah judul: Wanita Hayalan Ig: haryansyahdede apa jadinya seorang lelaki baik dan sangat berwibawa, di cintai oleh seorang wanita yang sangat nakal. dengan latar belakang yang mungkin tidak baik bagi lelaki itu. lelaki itu adalah aku yang bernama "Parel Adipati" aku menyukai seorang wanita yang bisa di bilang dia bukan orang baik, tapi bagi orang lain yang belum mengenalnya dan belum tau latar belakangnya. aku menulis ini karna aku sangat mengerti rasanya orang baik namun tidak baik dan jahat belum tentu jahat, mungkin kalian kurang mengerti. aku berdoa untuk dia di sana semoga bahagia dengan tujuan dan jalan yang benar kamu pilih. kini buku harianmu ada pada ku, aku sudah membaca semuanya dan maaf aku menceritakannya pada umum. karna aku merasa kamu layak di kenal karna kegigihanmu itu sayang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines