MISSION

MISSION

  • WpView
    Прочтений 95
  • WpVote
    Голосов 12
  • WpPart
    Частей 3
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published вск, сент. 16, 2018
WpInfo
Фанфик
Wanna One
"Cepetan! nanti keburu telat, yang ada malah ga bisa masuk ke dalem." Ucap Rahma. "Iya, Selow aja batak." dengus shofi. "Yaudah ayo cepetan. pas lagi pada ngerumbunin Lo harus harus langsung masuk." Tunjuk Zachra ke Anggrae. "Kenapa harus gue?"tanya Anggrae. "Karna badan lo yang paling kecil di antara kita. jadi, lo yang harus masuk." jelas Cahya. "Gue takut ga bisa, pas udah di dalem gue harus ngapain?"Tanya Anggrae. "Ish.. Susah juga ternyata ngajak anak baru."dengus Zachra.
Все права сохранены
#548
handsome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • I Love You, But ... ✓
  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]
  • My Milky Way [✓]
  • Would You Forgive Me? || MEANIE || MINWON || MW || ✓|| 💚💜
  •  ♡WITH YOU♡ |Lee Taeyong X Y/n|
  • Serendipity
  • FOREVER OR NEVER - OHMNON ✅
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Noble Hearted ✅
  • IS THE LOVE? S¹

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту