Beautiful Monster

Beautiful Monster

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 10, 2019
Ia muncul. Tumbuh dan menjadi satu didalam tubuhku. ikut serta tertawa, menangis, menjerit dan terkadang bergejolak keluar hingga rasanya aku mati. Ia hadir. Mengambil alih kendali atas jiwaku. Ku rasakan ia mencengkram, meraung, mengoyak pikiranku bagai binatang yang tengah sekarat luar biasa. Ia tercipta. Dari tiap ketakutan, rasa sakit, kekosongan jiwa, yang membuatnya tanpa belas ampun membalikkan rasa sakit, bahkan lebih dasyat dari yang ia terima. Ia bersemayam. Di dalam diriku yang penuh luka. memeluk erat seraya berbisik "Tak apa. Kini ada aku. Tidurlah dari segala hiruk pikuk dunia yang menyakitimu. Aku disini, menemanimu. Hingga kau terbangun dan melihat... Beginilah akhir yang kau impikan." Ia hidup. Menjadi diriku. Mengulang kembali apa yang seharusnya ku lakukan dan ku hancurkan sejak lama. Ketakutan ku akan dunia yang bahkan tidak mengizinkanku 'Ada' Ketakutan ku akan sayatan-sayatan luka lama yang masih membekas dalam. dan Rasa takut ku terhadap diriku yang semakin membuncah tiap kali ku tatap cermin kabur itu, kini tak pernah ku rasakan lagi. Karna ia telah menyelamatkanku. Monster didalam diriku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In the Future Without You
  • Behind The Smile
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Mahligai Sunyi
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Psikopat Digital? [End]
  • Keazen (a sly world) TERBIT!
  • Full Of Scratches
  • Di Balik Bayang Asa
  • Auri, Cigarettes and Life

Matanya terlihat sangat indah, bagai permata yang telah lama hilang. Menyimpan ketertarikan yang menarik perhatian banyak orang. Seluruh dunia seolah membencinya tanpa syarat dan membawanya pada kesepian. Beban itu terlalu berat untuknya, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya terpaku dalam diam di dekatnya. Tanpa mengeluh sedikit pun ia terus menanggung semuanya sendirian. Menerima seluruh kebencian yang diberikan padanya. Ia terus memamerkan senyumnya yang tidak pernah hilang, tapi perasaannya sendiri sudah hancur. Menyembunyikan betapa sakitnya semua hal yang telah ia lalui selama ini da apa yang akan terjadi setelahnya. Dia telah terluka lebih dalam daripada siapa pun. Beberapa tahun yang telah kuhabiskan dengannya tidak mengubah kenyataan. Semua tindakannya hanyalah kebohongan, dia tidak pernah melihatku sama sekali. Apa yang harus kulakukan untuknya agar ia menyadari bahwa aku selalu ada untuknya? Tanpa tahu apa-apa dan hanya bisa diam. Aku ingin dia tahu bahwa aku ada untuknya. Aku juga ingin bisa melindunginya ... dengan segenap jiwa rapuhku ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines