We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Beautiful Monster

Beautiful Monster

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 10, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Ia muncul. Tumbuh dan menjadi satu didalam tubuhku. ikut serta tertawa, menangis, menjerit dan terkadang bergejolak keluar hingga rasanya aku mati. Ia hadir. Mengambil alih kendali atas jiwaku. Ku rasakan ia mencengkram, meraung, mengoyak pikiranku bagai binatang yang tengah sekarat luar biasa. Ia tercipta. Dari tiap ketakutan, rasa sakit, kekosongan jiwa, yang membuatnya tanpa belas ampun membalikkan rasa sakit, bahkan lebih dasyat dari yang ia terima. Ia bersemayam. Di dalam diriku yang penuh luka. memeluk erat seraya berbisik "Tak apa. Kini ada aku. Tidurlah dari segala hiruk pikuk dunia yang menyakitimu. Aku disini, menemanimu. Hingga kau terbangun dan melihat... Beginilah akhir yang kau impikan." Ia hidup. Menjadi diriku. Mengulang kembali apa yang seharusnya ku lakukan dan ku hancurkan sejak lama. Ketakutan ku akan dunia yang bahkan tidak mengizinkanku 'Ada' Ketakutan ku akan sayatan-sayatan luka lama yang masih membekas dalam. dan Rasa takut ku terhadap diriku yang semakin membuncah tiap kali ku tatap cermin kabur itu, kini tak pernah ku rasakan lagi. Karna ia telah menyelamatkanku. Monster didalam diriku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • The Dark Side(END)
  • Behind The Smile
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Happy Ending
  • Mahligai Sunyi
  • Psikopat Digital? [End]
  • In the Future Without You
  • Where am I?
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines