D.I.M.A.S

D.I.M.A.S

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 19, 2020
Menurut sebagian orang senja itu indah dan penuh makna. Namun tidak untuk Naira- gadis cantik yang benci akan senja. Mengingatkan ia akan pedihnya masa lalu, yang membuatnya sedikit enggan menatap keindahan senja. "Kamu tahu kenapa aku benci senja?" tanya Naira membuat Dimas kebingungan. "Senja yang telah ngerenggut orang yang gue sayang, senja ngebuat gue jauh dari orang yang gue sayang, dan senja udah bikin gue kehilangan segalanya" teriak Naira didepan Dimas, yang hanya dibalas pelukan hangat cowok jangkung tersebut. "Senja tak selamanya menyakitkan. Layaknya sebuah kapal berlayar, sejauh apapun kapal tersebut berlayar ia bakalan kembali kepelabuhan. Begitupun dengan senja, sejauh apapun senja pergi dia bakalan kembali untuk menyambut sang pemilik kegelapan. Lo ga boleh terus-terusan ngebenci sesuatu yang ga seharusnya lo benci. Coba buka hati lo, mulailah berdamai dengan masa lalu. Tak ada yang lebih menyenangkan dari sebuah perdamain" ucap Dimas pelan namun mampu membuat Naira tertegun.
All Rights Reserved
#36
arsyad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Technology
  • KEPERGIAN SENJA
  • GHAVARI
  • ARTAN
  • Inside You
  • CHAVANDA
  • GUE CANTIK, LO MAU APA?! (End)
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)

Bagaimana jika kamu dan teman temanmu terjebak dalam perangkap seseorang, dan masuk kedalam dunia yang bahkan kamu tidak kenali? Dunia ini diciptakan hanya untuk membalas dendam atas apa yang mereka dapatkan. Niskala Amerta dan ketiga temannya, berusaha melarikan diri dari kejaran entitas yang mereka tidak kenali. Akankah mereka akan tertangkap kembali? Atau mereka akan kembali bersama? Dunia yang mereka lihat bahkan lebih canggih dan maju dari pada dunia bumi. Hal ini lantas membuat seempat sekawan itu berdencak kagum, tetapi mereka hanya memiliki kemungkinan kecil untuk keluar dari perangkap dunia di sana, dengan hidup. "Bagaimana bisa engkau ingin menghancurkan bumi, tuanku?" Mata Niskala Amerta menatap nanar pangeran mahkota, tubuhnya sudah bersimbah darah. Terlungkup tidak berdaya dengan teman temannya. "Bumi adalah tempat di mana manusia egois hidup, saya ingin membuat kalian semua menderita dan merasakan kesengsaraan." "Bahkan jika kalian berniat untuk pergi dari sini, saya tidak akan segan segan menyuruh bawahan saya untuk mematahkan kaki kalian." "Jadi, tetaplah disini untuk selamanya." "Bahkan jika kalian berlari dari sini, saya akan menangkap kalian semua hidup atau mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines