Caspian Grant

Caspian Grant

  • WpView
    Leituras 773
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jun 9, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Dark Romance
Primeiro Amor
Slow Burn
••• Caspian Grant ••• -Di publish kembali Aku benci tatapan matanya yang sebiru lautan itu. Yang sedalam samudera hingga terasa sampai ke tulang. Ia dapat mematikanku hanya dalam sekejap, setiap hari atau bahkan selamanya. Aku tidak dapat menghindar. Karena aku benci, bila aku terlalu mencintainya. Kami saling mengenal, bahkan hafal apa yang tak disukai. Kami seperti baut dan mur. Dua benda yang khusus dirancang untuk saling melengkapi. Sayangnya, Caspian tak berpikir demikian. Suara hatinya menolak setelah ia mengenal sosok Rua di antara kami. Atau, ia hanya sedang menolakku untuk menjadi jodoh kecilnya. •••• (Banyak revisian. Diulang dari awal lagi isiannya.)
Todos os Direitos Reservados
#37
masamuda
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • ketika senja menyapa
  • One, Two, Three, Slash!
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Tentang Kota Ini
  • 27 FEBRUARI

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo