Caspian Grant

Caspian Grant

  • WpView
    Membaca 773
  • WpVote
    Vote 35
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jun 9, 2026
••• Caspian Grant ••• -Di publish kembali Aku benci tatapan matanya yang sebiru lautan itu. Yang sedalam samudera hingga terasa sampai ke tulang. Ia dapat mematikanku hanya dalam sekejap, setiap hari atau bahkan selamanya. Aku tidak dapat menghindar. Karena aku benci, bila aku terlalu mencintainya. Kami saling mengenal, bahkan hafal apa yang tak disukai. Kami seperti baut dan mur. Dua benda yang khusus dirancang untuk saling melengkapi. Sayangnya, Caspian tak berpikir demikian. Suara hatinya menolak setelah ia mengenal sosok Rua di antara kami. Atau, ia hanya sedang menolakku untuk menjadi jodoh kecilnya. •••• (Banyak revisian. Diulang dari awal lagi isiannya.)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#79
tentangkamu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Lepas, lalu tumbuh ||On Going||
  • Dibalik Gerbang Emas
  • SMARA DIKTA
  • 27 FEBRUARI
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Outcast; How to Get a Happiness?  [END]
  • Tentang Kota Ini
  • Dimensions||Enhypen||
  • One, Two, Three, Slash!

Kini kau datang membawa sesal-sesalmu datang terlambat, seperti hujan yang turun setelah api yang telah habis membakar segalanya. Setelah kau putuskan dengan mantap melangkah di jalan yang kau sebut terbaik, tanpa menoleh ke belakang, bahkan kau seperti tak sudi lagi menggenggam tanganku, nyatanya ini juga tangan yang dulu dengan senang hati merangkulmu dikala sedih dan menyambut rapuhmu kala kau tak sanggup berdiri. Kau belah 'kita' menjadi dua yang asing 'aku' dan 'kamu', tanpa ragu, seolah semua kenangan tak lagi berarti, seolah cinta tak pernah menjadi alasan untuk kita bertahan. Kau tak tahu saja, tulus ini tiada yang jual di pasaran. Kelak jika nanti dia yang kau pilih tak lebih dari aku, ingat satu hal dariku ; hati yang pernah terluka tak selalu ingin disembuhkan oleh tangan yang sama yang membuatnya retak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan