Saat senyum, adalah sebuah alasan bertahan dalam lara yang berteman.
Sekedar kata hampa, rasa, dan peran utama.
Sekedar pertemuan, kilasan, dan kalimat perpisahan.
Tentang gadis tegar, kalimat penenang, serta segala putus asanya.
Nathan Alvaro Melvin,
Razan Ghifary Dirgantara,
Menempati posisi yang sama dalam satu nama, Nasya Diandra Azasyahfa.
Cerita ini, hanya sekedar tentang keberadaan yang tak pernah dihargai, dengan ujung kisah yang berakhir dengan kehilangan paling menyakiti.
Reza, nama yang hampir tujuh tahun ini tidak pernah dilupakannya. Nama yang sudah terlalu dalam terpahat dalam hatinya. Sebuah nama yang selalu membuatnya terombang-ambing dalam pusaran laut yang dalam. Lalu menenggelamkannya tanpa bekas.
Nayna mengingat kembali apa yang baru saja terjadi. Saat Reza tiba-tiba marah dan memukuli Raka habis-habisan, saat Reza membentak-bentaknya dan menyebutnya murahan. Lalu tatapan mata yang berkilat-kilat itu...
.
.
Sebenarnya apa yang terjadi? Rasanya penyakit gila ini benar-benar telah menjadi penyakit untuk hubungan percintaannya.