Fajar dan Senja

Fajar dan Senja

  • WpView
    Membaca 99
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Sep 25, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Hal-hal penting di dunia ini selalu terjadi secara kebetulan. Senja adalah seorang gadis berumur delapan belas tahun yang tidak mengerti banyak hal. Satu hal yang benar-benar ia mengerti adalah tidak ada satu orang pun di dunia ini yang benar-benar mau menjadi sapuan angin yang menenangkan atau menjadi temaram bulan sabit yang mengisi relung hatinya. Setiap malam, bermandikan cahaya di padang bintang, ia selalu bersedih dan mengadu kepada siapapun yang ada di atas sana. Namun, yang ia temui di hari selanjutnya hanyalah fajar yang sama ketika orang tua tirinya menganggapnya sebagai "batu kerikil di dalam sepatu". Sampai ketika sepatu merah miliknya dikencingi oleh musang milik Fajar, hari-hari yang sebelumnya ia anggap sebagai tong kosong yang berputar tanpa arah, menjadi hari-hari yang ia tidak ingin matahari terbenam di dalamnya. Dan tak ada satu setan pun yang tahu, bahwa kejadian tersebut akan menjadi sebuah awal dari kisah cinta yang penuh dengan teka-teki.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#17
retorika
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • After J (Complete)
  • Sahabat atau Cinta
  • Amor Almira
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • THE CLIMB [Completed]
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • REWRITTEN | END
  • Capricorn
  • Liberosis

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan