POEM 1 - MALAM

POEM 1 - MALAM

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 16, 2018
Wahai engkau yang senantiasa memberikan sajak romansa dalam tiap rasa cintamu menggebu --walau itu bukan untukku, disini malam begitu sepi nan tenang bersahaja.. Wahai engkau yang tiada henti menunjukkan karismamu lewat pemikiran pun 'ego'mu dalam menyampaikan pendapat, disini lagi-lagi malam begitu sepi namun tak hampa.. Wahai engkau yang bergelak tawa dengan harmonis -- setidaknya begitulah kiraku, disini nampaknya malam tetap sepi sambil bertemankan cicak yang sedari tadi menertawakan tanpa henti.. Wahai engkau yang tidak tahu menahu tentang rasa yang tengah tumbuh ini -- dan sampai kapanpun itu, disini malam begitu adil aku bahagia karenamu dan kamu tak tahu apa pun tentangku. -WidaMu 11:26/ 13 09 2018
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Remembrance!
  • Renjana
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Segala Tentangmu ❝
  • Lembut Seperti Doa
  • Menanti dalam istiqomah
  • Andai bisa
  • ABSURD QUOTES II
  • TENTANG RASA

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines