na the a

na the a

  • WpView
    LECTURAS 9
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 16, 2018
Kuseduh kopi dari tetesan embun Kunikmati dengan kerlip bulan Seperti malam yg biasanya Aku masih saja merindu Kau seduh secangkir teh dari dedaunan hijau Kunikmati aromanya Mewangi menuntun mata melirik Seperti biasanya Kau tetap saja cantik Ku nikmati senja yg indah Dengan secangkir anggur merah Aku mabuk. Kukira aku mabuk oleh minumanku Ternyata aku mabuk oleh senyummu Seperti biasa ilusi menggambarkanmu dalam halusinasi. Seperti puisi kau masih saja inginku tulis. -Bangyi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Tepian Semu || Lilynn✅

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido