Kang Yai

Kang Yai

  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 17, 2018
Semua santri memanggilnya Kang Yai, seorang santri biasa yang ngiyai. Awalnya dia nyaman-nyaman saja dengan sebutan tersebut sampai ia mengalami sebuah pengalaman spiritual yang membuatnya merasa tertampar.
All Rights Reserved
#369
pondok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGEJAR SURGA (KOMPLIT)
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Wanita Bermasker
  • Status Yang Di Rahasiakan
  • DEAR GUS
  • Bumi Santri🍁(TERBIT)
  • anyeong gus
  • Kang Amar Cinta Sang Abdi Ndalem (Tamat)
  • nyantri bareng suami

Pemuda lulusan Universitas Al-Azhar, Cairo, sudah satu tahun kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikaannya S1 Fakultas Kedokteran di Kairo. Aldevaro Iqbal yang sering disapa Al ini telah menjadi dokter di salah satu rumah sakit Islam ibu kota. Sikapnya yang santun, ramah, dan pintar menjaga jarak dengan lawan jenis membuatnya hingga saat ini sendiri. Al pernah tertarik pada seorang muslimah asal Indonesia yang dulu beberapa kali dia lihat satu kampus dengannya. Namun, dia tak berani mendekat apalagi berkenalan. Jika wanita itu berbicara, suaranya lembut, senyumnya manis, dan tatapannya meneduhkan. Pernah sekali Al tak sengaja mendengarnya membaca Alquran, hatinya bergetar hebat. Setelah itu dia tak lagi pernah bertemu dengannya. Andai saja saat itu Al memberanikan diri mencari tahu siapa gadis itu, mungkin sekarang dia sudah melamarnya. _________ Dibesarkan dan dididik di lingkungan pesantren, membuatnya tumbuh menjadi gadis yang tahu aturan serta ajaran agama. Dialah Aisyah Puspa Lili. Keluarga dan teman-temannya sering menyapanya Lili. Lili putri bungsu dari dua bersaudara. Kakak lelakinya sudah menikah. Menjadi putri Kiai Dahlan, tak serta merta membuatnya sombong dan selalu dipatuhi perintahnya. Dia biasa membaur dengan santri-santri dan mengikuti kegiatan yang sudah dijadwalkan dari pengurus pesantren. Selesai kuliah, Lili memilih menjadi pengajar di pesantren orang tuanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines